Saturday, March 3, 2018

Review Nature Republic Sheet Mask (Indonesia)

Kali ini aku mau nyobain sheet mask dari negeri ginseng, Korea! Awalnya aku dikasih cuma-cuma sama kakak aku, dia baru pulang dari Korea terus bawa ginian banyak gitu dibagi-bagiin. Aku dapat yang  Acai Berry, terus malah jadi ketagihan pengen nyobain yg varian lain, hehe. Yaudah sekalian review aja, buat sharing dan catatan buatku kalo tiap varian ngaruh apa aja ke aku jadi besok lagi kalo mau repurchase nggak bingung lagi. Dan buat kalian yg nyari review juga sih sebelum beli. Karena ketika aku mau beli, aku nyari review versi orang Indonesia belum ada. Hikz. Padahal kan review dari orang Indonesia itu penting juga buat tambahan informasi. Why important? Next post aku jelasin yah kenapa. Tapiiiiiii ingat, terkadang efek untuk setiap kulit berbeda ya. Oh iya, aku beli harganya sekitar Rp.13.000 per buah. 

Aku pakai sheet mask ini malam hari sebelum tidur, tiga hari sekali. Sebenernya dan katanya, sheet mask itu bagus dipakai setiap hari, tapi berhubung aku mau nyoba dulu efeknya di wajahku, cocok apa engganya, jadilah aku pake tiga hari sekali supaya lebih keliatan efeknya. Supaya hemat juga sih, haha! Nah.. Berikut ini review dari masing-masing varian ya. Ini yang part.1, selanjutnya nanti aku post menyusul ya. Karena kalau dijadiin satu bisa panjang banget, hehe.

1. Acai Berry
"Acai Berry extracts moiturized and reduce wrinkles."
Saat bangun pagi harinya, muka emang kerasa lebih lembab, sayangnya minyak dimuka tetep nggak berkurang. Muka juga lebih bercahaya, lebih cerah, tapi satu yg aku ngga suka dari varian ini adalah baunya. Entah kenapa ya, baunya bikin aku mual. Jadi pas make dimuka tu aku jadi pengen muntah, I dunno why. Untuk masalah "wrinkle", aku ngga terlalu perhatiin sih. Soalnya kan aku belum terlalu keriput jadi susah untuk mastiinnya, hehe. 
Essence dari Acai Berry sheet mask: 
Warna putih kental gitu, kayak susu kental manis varian vanilla. Jadi sheet mask-nya pun warnanya putih. Tapi baunyaaaa.. ugh. Essencenya pas ngga mbleber-mbleber, ngga sisa-sisa.
Repurchase? Nope.

2. Avocado
"Avocado extract fills dehydrated skin with ample moisture."
Setelah pake dimalam hari, pagi pas aku bangun, minyak dimuka bener-bener berkurang. Muka aku jadi lembab, glowing (bukan minyakan yah), kenyal, pori-pori sedikit tersamarkan dan muka keliatan lebih cerah. Yang paling keliatan adalah minyak yang bener-bener berkurang banget, ini bertahan sekitar 3 hari. Jadi varian ini benar-benar melembabkan sehingga produksi minyak bisa berkurang. I love it!
Essence dari Avocado sheet mask:
Warnanya mirip sama yang Acai Berry, warna susu putih kental manis. Jadi, sheet mask warna putih. Baunya nggak terlalu masalah sih buat aku. 
Repurchase? Yes!

3. Green Tea
"Green Tea extracts deeply moisturize and helps the skin stay mousturized."
Pagi hari setelah semalam aku pake maskernya, produksi minyak berkurang meskipun hanya sedikit, karena dihidung masih minyakan. Ehm.. Terus muka lebih lembab, tapi sayangnyaaaaa.. mukaku jadi beruntusan. Sehari setelah itu malah jerawatan. Yah.. Dasarnya aku emang ngga cocok sama green tea sih ya~
Essence dari Green Tea sheet mask:
Warnanya bening, cair. Bener-bener kayak air sih, tapi ada wanginya. Wanginya ngga terlalu green tea sih, seperti ada perpaduan bau acai berry tapi ya sedikit aja, nggak sampai ngganggu idung, hehe. Karena cairnya itu, essence gampang mbleber-mbleber. Didalam bungkusnya juga masih sisa banyak essence, ya mungkin karena cair jadi gampang mengalir, beda sama yg putih ala kental manis. 
Repurchase? Nope.

4. Tea Tree
"Tea tree extract soothe and make radiant skin."
Nah karena yang lalu aku beruntusan dan berjerawat, sekarang aku pake yang Tea Tree, berharap jerawat jadi berkurang. Karena Tea tree terkenal untuk mengatasi kulit berminyak dan berjerawat kan? Sebenarnya Green Tea juga terkenal membasmi jerawat, tapi entah kenapa kalo aku pake produk yg Green Tea malah makin parah, I dunno. Yang tau kenapa, boleh lho saling sharing.. 
Tapi sayangnya, nggak seperti yang diharapkan. Entah kenapa paginya, mukaku tetep minyakan, bangettttt. Apa aku ngga cocok juga sama Tea tree? Ah.. Engga deh.. Aku pake TBS varian Tea tree cocok aja. Tapi emang sih, pertumbuhan jerawat sudah terkontrol, alhamdulillah. Lah minyaknya? Failed.
Essence dari Tea Tree sheet mask:
Wanginya aku suka! Essencenya tak berwarna, bening kayak air. Tapi yg ini nggak mbleber-mbleber, pas aja gitu essence-nya. 
Repurchase? Maybe.

5. Olive
"Olive extract makes the skin sleek with full nourishment."
Sukaak! Kan terakhir itu ak beruntusan dan jerawatam yah, abis pake yang olive ini mukaku enakan banget. Minyak berkurang, iya. Beruntusan dan jerawat jadi cepat kering. Malam ak pake buat maskeran, paginya full make up karena ada acara. Kaget banget, mukaku minyaknya berkurang banget. That's why I like! Oily gone. Padahal awalnya aku meragukan si olive ini, hasilnya malah bikin terpukau. Ahh~
Essence dari Olive sheet mask:
Wanginya enak, nggak ganggu idung sama sekali. Warnanya putih susu kental manis mirip kayak sebelum-sebelumnya. Pas aja gitu essence-nya. 
Repurchase? Of course.

Tunggu part selanjutnya ya beauties. Masih ada tujuh varian lagi yang akan dicoba, dan tentunya akan ada kesimpulan akhir dari sheet mask ini. Makanya stay tune yaa! Supaya kalian kalo mau beli makser ini jadi jauh lebih mantep mau pilih vaian apa, haha!

Tuesday, February 27, 2018

Graduated!


Alhamdulillahirobbil 'alamin..

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yg telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga saya dapat mencapai titik ini. Terima kasih kepada para ..... oke.. Sudah cukup bertele-tele ala pidatonya. Saatnya berbahagia tanpa panjang lebar, dududududuuu~

Akhirnya.. Setelah 7 bulan menghadapi lika liku perjuangan menyusun skripsi, hari ini saya diwisuda juga. Bahagia sekali.. Dulu, ada masa dimana aku dalam posisi yang.. udah aja ah, susah.. nggak selesai-selesai. Semakin dikerjain malah semakin rumit. Maklum, skripsiku kan bikin sistem besar. Jadi dibagi-bagi gitu permodul, yang ngerjain ada 6 orang dengan bagiannya masing-masing. Tapi, kami masih saling terhubung dan berpengaruh. Jadi kalau satu ada yg berubah, sedikit aja, bisa merembet kemana-mana. Yah.. Sedikit ulasan ya siapa tau kalian belum baca tulisanku yang sebelumnya, hehe.

7 bulan bukan waktu yang singkat ya manteman, dari di acc judul bulan April hingga pendaftaran sidang bulan November, disitu ada naik turunnya mood ngerjain skripsi. Ada masa malesnya, cueknya, rajinnya, ah campur aduk kayak pecel pokoknya. Sempet lari-lari ngejar pendaftaran sidang dibulan September tapi terjatuh, alias nggak kekejar karena harus adapengujian ke sekolah-sekolah. September nggak kekejar, Oktober ngejar lagi, jatuh lagi. Nggak di acc. Kali ini sistematika laporannya. Keseeeeelll. Namun pada akhirnya baru bisa daftar bulan November untuk maju sidang bulan Desember. :(

Kalau teman-teman bilang, kalau besok mau sidang biasanya malam susah tidur. Kok aku engga ya? Kok ak malah tidur terus kerjaannya? Yeaahh.. That's how I release my stress. Sama kayak pas galau dulu, ngilanginnya dengan hibernasi. Pas hari H, baru tegang banget. Jadwal jam maju jam 13.00, jam 11.00 aku udah berangkat k kampus. Jaga-jaga aja sih, kan nggak ada yg tau dijalan kita ada apa. Ban kempes, ban bocor, ada barang yg ketinggalan, who knows. Dan saat sidang.. Jeng jeng jenggg.. Salah satu dosen yang nguji adalah dosen yang dulu aku asistenin. Iyaa.. Dulu aku asisten dosen Pak Itu. Yah.. Sebut saja begitu. Pak Itu terkenal killer sih, dan jelas masih hafal sama aku, senyum-senyum mematikan gitu. Mematikan dalam arti sebenarnya, bukan senyum yang menggoda yhaaaa.. "Oh.. Mba XX ya? Dulu asisten saya kan? Wah.. Pasti pinter ini yaaa.. Pertanyaan sulit nanti dibikin gampang ini sama mbaknya" percakapan pembuka yang menyayat hati, aku cuma bisa nggangguk dan nyengir. Dalam hati, Ya Allah mudahkanlaaaaahhh. Ahh.. Singkat cerita sidang berjalan cukup lancar namun alot, ya mungkin karena alhamdulillah salah satu dosen yg killer itu sudah kenal aku, tau kalau dulu aku asistennya jadi ya nggak seseram biasanya sih, masih ada gurau-guraunya gitu.. :D

Alhamdulillah, sidang 7 Desember 2017 berjalan lancar. Saya dinyatakan lulus. Selesai sidang aku nggak bisa membendung air mata, terharu perjuangan skripsi selama ini akhirnya selesai, aku nangis, oeeekkk.. oeeekkk.. Eh.. Nggak gitu jiga sih nangisnya, soalnya malu. Nangisnya diem diem aja, hihi. 

Ternyata perjuangan belum usai manteman. Masih ada revisi yang harus diselesaikan. Kalau sebelumnya lari-lari ngejar daftar sidang nggak dapet, setidaknya kali ini ngejar pendaftaran wisuda untuk Januari 2018 harus bisa. Waktunya tinggal setengah bulan, eh.. Bahkan nggak ada 2 minggu. Karena banyak tanggal merah jadi ketemu dosen susah minta ampun. Bolak balik kampus minta ttd dosen penguji, sampai ngejar ke kampus tetangga buat minta ttd karena dosen masih ada keperluan disana. Eh.. Dosen pembimbing lagi keluar kota, hikz *nangis guling-guling*. Untungnya.. ttd dosen pembimbing bisa diwakilkan, nggak tanggung-tanggung, yg mewakili ttd kepala jurusan. Aaaakkk <3

Daaaaannn alhamdulillah bisa kekejar daftar wisuda bulan Januari 2018 ini. Yah.. Meskipun jauh dari target awal yang mau wisuda sebelum Agustus 2017, karena bulan Agustus merupakan waktu tepat kuliah 4 tahun. Iyaaa.. Jadi saya kuliah S1 ini 4 tahun 4 bulan. Padahal target awalku 3,5 tahun aja, yah namanya juga manusia hanya bisa berencana, Allah yang memutuskan. Hikzz.
Finally, aku bisa wisuda tanggal 27 Januari 2018. Iyaa.. Betul. Ceritanya telat banget ya, hehe. Tak apalah, yang penting ada cerita tentang perjuangan ini. Suatu saat bisa dibaca lagi sebagai kenangan yang manis. Semanis senyum kamu, eaaaakk~

Akhirnya.. Usai sudah pertanyaan kapan wisuda.. dan diganti dengan pertanyaan selanjutnya, kerja dimana.. zzzzzzzz

**ps: gambar sengaja dibikin nggak jelas, supaya lulus sensor, wkwkw

Tuesday, January 2, 2018

Selamat Tahun Baru Masehi 2018!


Selamat tahun baru 2018 bagi kalian yang merayakan. Yey ^^,

Dan seperti tahun sebelumnya juga, alhamdulillah aku ngga merayakan tahun baru masehi ini dengan gegap gempita kembang api, bakar-bakaran, begadang dan lain sebagainya. Dan maaf, mungkin tulisan kali ini agak sedikit menyinggung kalian yang merayakan, gomeeennn :(

Kenapa menyinggung? Karena secara ngga langsung aku mau bilang kalau perayaan tahun baru masehi yang hura-haru itu sebenarnya bisa diganti dengan sesuatu yang lebih positif. Lebih positif lho ya, ada kata “lebih”nya, karena memang perayaan seperti itu mungkin ada positifnya, positif bikin happy, dan lain-lain. Dan tentunya diatas itu pasti ada hal yang lebih positif lagi. Apa ya misalnya? Yah.. kalian pasti tahulah bisa diganti apa, aku yakin kalian udah gede bisa mikir, haha.

Nih.. aku kasih pancingan. Kalau perempuan, keluar malam itu sudah ngga baik, apalagi tengah malam.  Bahaya! Disamping karena “perempuan”, nanti bisa menjadi korban syaitan, begadang itu ngga menyehatkan, dan yang paling penting adalah begadang bukan hal yang disukai Rasulullah. Mending bobok, abis itu shalat malam, shalat witir, berdoa. Aku jungkir balik untuk menghidupkan kebiasaan tidur jam 9 malam, tapi kenapa kalian malah berusaha melek sampai pagi? Ngga cuma perempuan sih, laki-laki pun sebaiknya ngga begadang deh. Seperti kata bang Roma, begadang jangan begadang~ Karena tiada artinyaaaaa~~ *malah keterusan nyanyi*

Itu baru salah satu alesan sih untuk tidak “begadang”, masih banyak sekali alesan untuk menghilangkan alasan itu. Tapi ya satu-satu aja dulu, biar tahun masehi depan masih ada bahasan kayak gini lagi, wkwkw.

Bukannya saya antipati terhadap tahun baru masehi. Toh jaman dulu juga saya pernah merayakan tahun baru masehi dengan hura-hura. Itu dulu saudara, yah Alhamdulillah sekarang sudah ngga, haha. Dan kesadaran itu juga pasti ada waktunya, kalau mau membuka hati dan pikiran. Hmmh.. Aku yakin, pasti bakalan ada pemikiran-pemikiran bagi sebagian orang bakalan bilang, ngapain ngurusin hidup orang? Ribet amat, dan blablabla banyak pembelaan lain. Yah.. orang seperti itu ngga cuma sedikit. Yang aku percaya disini adalah, sebagai seorang muslim, kita hidup untuk saling mengingatkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik kan? Hablum minannas. Dengan catatan, saling mengingatkannya dengan cara baik-baik, jadi yang diingatkan ngga merasa sakit hati dan insyaallah bisa tersentuh hatinya, haha. Itu menjadi PR yang cukup sulit bagi semua orang.

Oke.. sekian dulu tulisan diawal 2018 sebagai pembuka. Terima kasih sudah mampir mebaca. Maaf ya bila ada yg kurang berkenan~ Bye~~ 

Monday, December 25, 2017

What? Cuma Dua Post?


Kaget banget waktu buka beranda belakang blog dan hanya ada dua tulisan yang mampang ditahun ini. Serius kaget beneran, rasanya kemaren aku ada posting beberapa tulisan deh, atau itu hanya imajinasi belaka? Hanya mimpi semata? Tsaahh..

Dua tulisan dibulan Agustus semua, dan ini sudah bulan Desember. Sudah penghujung tahun, yang artinya intensitas nulisku tahun ini menurun drastis. Gimana mau nambah pembaca kalau update aja jarang ya? Hikz. Yah.. memang diakui sih, semakin kesini rasanya semakin jarang banget nulis bebas. Jarang baca buku juga. Sepertinya dua hobiku ini mulai menghilang entah kemana, hobi yang positif malah menghilang, hiks. Sangat amat disayangkan sebenarnya ya, dari menulis dan membaca itu membawa banyak sekali manfaat. Sepertinya, mulai sekarang aku harus aktif menulis dan membaca lagi. Nggak hanya rajin menulis dan membaca status di media social, ups.

Nah.. mulai sekarang mau aktif nulis lagi. Entah apa yang aku tulis sih, bermanfaat atau enggaknya juga ngga tau, hahaha. Yang pasti itu bermanfaat buat aku ya, melatih daya ingat, buat catatan memori, dan blab bla kamu bisa baca post aku di Berjuta Manfaat Menulis. Minimal satu tulisan dalam sebulan rasanya sudah cukup, dan panjang tulisan nggak kurang dari satu halaman, ya kayak tulisan ini, Cuma setengah tulisan biar nggak dikira hiatus lagi, hehe.

Kalau aku lupa kalian bisa ingatkan ya, hahaha. *siapa juga yang mau ingatkan, ada yang baca aja udah Alhamdulillah

Sunday, August 6, 2017

Butuh Niat Buat Ngumpulin Niat!

           
Assalamu’alaikum J
Semester awal kuliah, aku udah rencanain semuanya. Mulai dari mata kuliah wajib apa aja yang diambil di semester berapa, sampai mata kuliah pilihan yag mau aku ambil. Semuanya Alhamdulillah lancar, hingga suatu kenyataan bernama Kerja Praktek atau Magang memporak-porandakan semuanya. Hiks, sedih banget. Waktu itu udah merasa kayak zonk banget sih nasib aku stuck di fase ini aja. Bayangin aja, buat Kerja Praktek aku habisin waktu selama …..… eh, aku bukan mau curhat tentang itu. Hehe. Intinya masa itu udah lewat. Kalau penasaran bisa baca curhatanku di post terdahulu. Maaf jadi OOT~
            Sekarang saatnya Tugas Akhir alias Skripsi atau disebut oleh beberapa orang “Skripsweet” dan sisanya yang lain menyebut “Skripshit”. Hahaha. Aku akan tetap menyebutnya Skripsi, dengan huruf “s” yang kapital *smirk*.
            Aku mulai Skripsi minggu ketiga bulan Mei, sekarang sudah Agustus dan sebentar lagi akan memasuki bulan ketiga. OMG seharusnya bulan ini aku harus progress. Setiap jurusan dari universitas biasanya memiliki metode ujian yang beda-beda. Kalo dikampusku, setelah judul di terima oleh dosen, tiga bulan berikutnya wajib mengikuti progress. Nah progress ini isinya ya presentasi program (karena aku jurusan informatika, aku wajib membuat “sesuatu”), dan sesuai namanya, presentasi ini menjelaskan sudah sampai mana Tugas Akhir yang kamu kerjakan, sudah bisa apa aja programnya. Setelah itu tiga bulan berikutnya Ujian Pendadaran sebagai final-nya. Iya… didadar sama pengujinya, hehe. Semoga aku nggak sampai didadar betulan deh. Takutttt..
            Sampai sekarang aku belum mendaftar progress *crying*.  Ternyata ngerjain Skripsi nggak semudah memahami dari judul Skripsi itu sendiri. Butuh niat, sedangkan untuk niat itu sendiri membutuhkan niat, looping begitu seterusnya sampai Negara api menyerang dhuaarrrr..
            Dulu sempet mikir kalau ada kakak tingkat yang Skripsinya lama, tuh senior kok Skripsinya lama sih, pasti banyak main deh. Sekarang, rasanya pengen asdfghjkl *teriak-teriak dalam bantal*. Ngumpulin niat buat mikir, buat nulis, buat ngoding, buat nyelesein program rasanya susah sekali. Bukan karena banyak main atau nongkrong, karena buat ngerjain Skripsi itu butuh mood tersendiri. Mood yang spesial~
            Nah untuk membangkitkan mood, aku coba mulai dengan nulis curhat buat dipost di blog. Siapa tau kan ya?
            Doain aku, semoga lekas selesai Skripsi ini dan bisa ikutan banyak give away lagi dari blog temen-temen. Terima kasih. Wassalamu’alaikum J