[Paper 03] Jurnal Sosioteknologi ITB: Classifying Users of Indonesia’s Top Five E-Wallet Services with MCA

by - August 13, 2021



Jurnal ini mengkaji profil dan karakteristik pengguna lima layanan e-wallet terpopuler di Indonesia, yaitu GoPay, OVO, DANA, LinkAja, dan ShopeePay, dengan menggunakan metode Multiple Correspondence Analysis (MCA) terhadap data survei dari 409 responden. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya studi yang membahas secara komprehensif segmentasi pengguna e-wallet di Indonesia, yang sebelumnya lebih banyak berfokus pada faktor adopsi saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun GoPay memiliki jumlah pengguna terbesar, OVO merupakan e-wallet yang paling sering digunakan, sehingga mencerminkan tingkat loyalitas pengguna yang lebih tinggi. Secara umum, mayoritas pengguna e-wallet didominasi oleh kelompok usia muda (21–25 tahun), perempuan, berdomisili di Pulau Jawa, berpendidikan sarjana, serta berasal dari kelompok berpenghasilan rendah hingga menengah.

Melalui analisis MCA, jurnal ini berhasil mengelompokkan pengguna ke dalam beberapa klaster berdasarkan kepemilikan dan frekuensi penggunaan e-wallet. Berdasarkan kepemilikan, terdapat tiga klaster utama, yaitu kelompok laggards yang jarang menggunakan e-wallet dan cenderung berpenghasilan rendah serta berada di wilayah tertentu seperti Papua; kelompok early–late majority yang menggunakan e-wallet populer seperti GoPay dan OVO secara moderat; serta kelompok early adopters yang aktif menggunakan berbagai jenis e-wallet dengan frekuensi tinggi dan umumnya berasal dari kelompok berpenghasilan menengah hingga tinggi. Sementara itu, berdasarkan e-wallet yang paling sering digunakan, ditemukan tujuh klaster pengguna yang mencerminkan loyalitas terhadap masing-masing layanan, termasuk GoPay, LinkAja, ShopeePay, DANA, serta tiga variasi pengguna OVO berdasarkan tingkat intensitas penggunaan.

Lebih lanjut, jurnal ini menegaskan bahwa faktor demografis seperti usia, jenis kelamin, lokasi, pekerjaan, tingkat pendidikan, dan pendapatan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pola penggunaan e-wallet. Misalnya, pengguna dengan pendapatan lebih tinggi cenderung memiliki frekuensi penggunaan yang lebih intensif, sementara pengguna dengan pendapatan rendah lebih jarang menggunakan e-wallet. Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan kontribusi penting dalam memahami segmentasi pasar e-wallet di Indonesia dan menawarkan implikasi praktis bagi penyedia layanan dalam merancang strategi pemasaran dan peningkatan kualitas layanan. Namun demikian, penelitian ini masih memiliki keterbatasan, terutama pada distribusi responden yang didominasi oleh wilayah Jawa, sehingga hasilnya belum sepenuhnya merepresentasikan kondisi nasional secara menyeluruh.

Jika membutuhkan detail informasi lebih lanjut, baik terkait pembahasan yang lebih mendalam maupun data-data yang digunakan dalam penelitian, pembaca disarankan untuk merujuk langsung pada jurnal aslinya.

👉 Referensi: Jurnal Sosioteknologi ITB: Classifying Users of Indonesia’s Top Five E-Wallet Services with MCA

You May Also Like

0 comments