Apa Itu Green Flag dan Red Flag?

by - January 15, 2026


Dalam hubungan, perasaan suka saja sering kali tidak cukup. Seiring waktu, banyak orang mulai menyadari bahwa yang lebih penting bukan seberapa besar rasa sayang, tetapi bagaimana seseorang bersikap, berkomunikasi, dan memperlakukan pasangannya dalam situasi sehari-hari. Di sinilah istilah "green flag" dan "red flag" menjadi relevan. Bukan untuk memberi label secara berlebihan, melainkan sebagai pengingat agar kita lebih peka terhadap tanda-tanda yang sebenarnya sudah terlihat sejak awal.

  • Green flag adalah tanda-tanda bahwa seseorang memiliki sikap yang sehat secara emosional dan relatif aman untuk membangun hubungan.
  • Sedangkan red flag adalah sinyal peringatan, perilaku atau pola sikap yang berpotensi menimbulkan luka, ketidaknyamanan, atau ketidakamanan jika terus dibiarkan.

Penting untuk diingat, yang perlu diperhatikan bukan satu kejadian tunggal, melainkan pola yang berulang.


Ciri-ciri Seseorang yang "Green Flag"

  1. Konsisten antara ucapan dan tindakan
    Ia tidak banyak berkata manis, tetapi apa yang diucapkan sejalan dengan apa yang dilakukan. Hal-hal sederhana seperti menepati janji dan bersikap jelas menunjukkan keseriusan.

  2. Menghargai batasan pribadi
    Ia tidak memaksa, tidak mengontrol, dan tidak meremehkan batasan yang kita buat. Baginya, batasan adalah bagian dari rasa hormat, bukan ancaman.

  3. Mau mendengarkan dan berdiskusi dengan dewasa
    Saat terjadi perbedaan pendapat, ia tidak langsung defensif atau menyerang. Ia mau mendengar, memahami, dan mencari jalan tengah.

  4. Bertanggung jawab secara emosional
    Ia mampu mengakui kesalahan tanpa sibuk mencari pembenaran. Permintaan maafnya disertai usaha untuk memperbaiki diri.

  5. Memberi rasa aman, bukan rasa cemas
    Bersamanya, kita merasa tenang. Tidak dipenuhi rasa takut, curiga berlebihan, atau kebingungan tentang posisi kita dalam hidupnya.

Sering kali, green flag tidak terasa dramatis. Justru terasa tenang, stabil, dan sederhana—namun menenangkan.

Ciri-ciri Seseorang yang "Red Flag"

  1. Inkonisten dan penuh alasan
    Perkataannya sering berubah, rencana mudah dibatalkan, dan selalu ada alasan yang terdengar masuk akal tetapi terjadi berulang kali.

  2. Meremehkan perasaan pasangan
    Kalimat seperti “kamu terlalu sensitif” atau “ini cuma hal kecil” digunakan untuk menghindari tanggung jawab dan mengecilkan emosi kita.

  3. Manipulatif atau sering playing victim
    Saat terjadi konflik, ia memposisikan diri sebagai korban, membuat kita merasa bersalah meskipun sebenarnya tidak melakukan kesalahan.

  4. Cemburu berlebihan tapi tidak memberi kejelasan
    Ia ingin mengontrol, membatasi, atau mengetahui segalanya, namun enggan memberikan komitmen atau kejelasan hubungan.

  5. Sulit menerima kritik, mudah mengkritik
    Ia bebas menilai dan menyalahkan orang lain, tetapi defensif atau marah saat mendapat masukan.

  6. Gampang melakukan kekerasan, baik verbal maupun fisik
    Mudah membentak, mengancam, berkata kasar, merendahkan, memukul barang, atau melakukan kontak fisik yang menyakitkan adalah tanda bahaya serius. Kekerasan bukan bentuk emosi yang wajar dan tidak pernah bisa dibenarkan dengan alasan apa pun.

Red flag sering kali tidak datang dengan wajah menyeramkan. Kadang ia dibungkus perhatian, kata-kata manis, dan sikap seolah peduli namun perlahan menguras energi dan kepercayaan diri.


Tidak ada manusia yang sempurna. Melakukan kesalahan sekali bukan berarti seseorang adalah red flag. Namun, pola perilaku yang terus berulang tanpa niat berubah adalah hal yang patut diwaspadai. Hubungan yang sehat bukan tentang mencari orang tanpa cela, melainkan tentang dua orang yang sama-sama mau belajar, bertanggung jawab, dan tumbuh bersama.

Mengenali green flag dan red flag bukan berarti menjadi dingin atau takut menjalin hubungan. Justru ini adalah bentuk kepedulian pada diri sendiri agar tidak terus bertahan dalam hubungan yang melelahkan secara emosional. Karena pada akhirnya, hubungan yang baik bukan yang penuh drama, tetapi yang membuat kita merasa aman, dihargai, dan tenang menjadi diri sendiri.

You May Also Like

0 comments