Shalat Isya: Ketika Lelah Menguji Ketaatan
Setelah seharian beraktivitas, bekerja, belajar, mengurus keluarga, tibalah waktu malam. Di saat tubuh mulai lelah dan ingin beristirahat, Allah masih memberi kita satu kesempatan istimewa: shalat Isya. Shalat Isya bukan sekadar kewajiban. Ia adalah penutup hari yang penuh makna dan pahala.
Namun, jika jujur, saya tidak selalu berhasil menjaganya. Ada hari-hari ketika rasa lelah lebih kuat dari niat. Saat menemani anak tidur, tanpa sadar saya ikut terlelap. Niatnya hanya rebahan sebentar, ternyata terbangun ketika malam sudah terlalu larut. Ironisnya, kadang saya sempat terbangun hanya untuk melihat ponsel untuk sekadar memastikan jam berapa sekarang lalu tertidur kembali. Seolah-olah tubuh punya tenaga untuk menggulir layar, tetapi tidak untuk bangkit mengambil wudhu. Godaan kasur memang luar biasa. Saya hanya manusia yang lemah dan sering kalah oleh rasa nyaman. Tapi justru di situlah letak perjuangannya. Karena setiap kali saya memilih bangkit dari tempat tidur demi memenuhi panggilan Allah, di situlah nilai ibadah itu menjadi sangat besar.
Perintah Shalat dalam Al-Qur’an
Kewajiban shalat ditegaskan langsung oleh Allah dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Qur'an An-Nisa: 103)
Ayat ini menjelaskan bahwa setiap shalat, termasuk Isya, memiliki waktu yang sudah ditetapkan.
Allah juga berfirman:
“Dirikanlah shalat dari setelah matahari tergelincir sampai gelap malam…” (QS. Al-Qur'an Al-Isra: 78)
Para ulama menjelaskan bahwa “gelap malam” dalam ayat ini mencakup waktu shalat Maghrib dan Isya.
Kapan Waktu Shalat Isya?
Waktu Isya dimulai setelah hilangnya cahaya merah di langit barat (setelah Maghrib) dan berlangsung hingga sebelum Subuh. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Waktu shalat Isya adalah sampai pertengahan malam.” (HR. Sahih Muslim)
Artinya, kita tidak boleh menunda Isya terlalu larut tanpa alasan. Namun jika dikerjakan sebelum pertengahan malam, itu masih termasuk dalam waktunya.
Berikut beberapa doa setelah shalat Isya yang bisa diamalkan. Doa-doa ini bersumber dari hadis shahih dan doa yang umum dibaca Rasulullah ﷺ setelah shalat.
1️⃣ Dzikir Setelah Shalat (Sunnah yang Dianjurkan). Setelah salam, dianjurkan membaca istighfar 3 kali, lalu membaca:
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Allahumma antas-salaam wa minkas-salaam, tabaarakta yaa dzal-jalaali wal-ikraam.
Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera, dari-Mu kesejahteraan. Maha Berkah Engkau wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan." (HR. Sahih Muslim)
2️⃣ Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir. Rasulullah ﷺ menganjurkan membaca:
Subhanallah (33x) Alhamdulillah (33x) Allahu Akbar (33x)
Ditutup dengan:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)
Keutamaannya: diampuni dosa walau sebanyak buih di lautan.
3️⃣ Membaca Ayat Kursi
Setelah shalat, sangat dianjurkan membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255). Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.” (HR. Sunan An-Nasa'i – dinilai shahih oleh sebagian ulama)
4️⃣ Doa Perlindungan Sebelum Tidur. Karena Isya adalah shalat malam terakhir sebelum tidur, dianjurkan membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا
Allahumma bismika amuutu wa ahyaa.
Artinya: "Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup." (HR. Sahih Bukhari)
5️⃣ Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat. Boleh juga membaca doa umum seperti:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: "Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Qur'an Al-Baqarah: 201)
Keutamaan Shalat Isya yang Luar Biasa
1️⃣ Pahalanya Seperti Shalat Setengah Malam. Nabi ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang shalat Isya berjamaah, maka seakan-akan ia telah shalat setengah malam.” (HR. Sahih Muslim)
Bayangkan, hanya dengan Isya berjamaah, kita mendapat pahala seperti ibadah panjang di malam hari.
2️⃣ Berat bagi Orang Munafik. Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh…” (HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)
Kenapa? Karena waktunya di saat orang ingin beristirahat. Maka orang yang tetap menjaga Isya menunjukkan keimanan dan kesungguhan hatinya.
3️⃣ Mendapat Cahaya di Hari Kiamat. Nabi ﷺ bersabda:
“Berikan kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya sempurna pada hari kiamat.” (HR. Sunan Abu Dawud)
Shalat Isya termasuk ibadah yang dilakukan dalam gelap malam. Allah menjanjikan balasan berupa cahaya di hari akhir kelak.
Shalat Isya juga membuat hati lebih tenang. Kita tidur dalam keadaan sudah menunaikan kewajiban kepada Allah. Shalat Isya mungkin terasa berat karena dilakukan saat tubuh lelah. Namun justru di situlah nilai besarnya. Semakin berat sebuah ibadah, semakin besar pula pahala yang Allah siapkan. Mari jadikan shalat Isya bukan sekadar kewajiban, tetapi momen istimewa untuk menutup hari dengan ketaatan dan harapan akan ridha-Nya.

0 comments