[Paper 01] IOP Science: Identifying User Characteristics of the Top Three E-Wallet Services in Indonesia
Jurnal ini membahas karakteristik pengguna dari tiga layanan e-wallet terpopuler di Indonesia, yaitu GoPay, OVO, dan DANA, dengan menggunakan data survei terhadap 409 responden yang dikumpulkan pada awal tahun 2020. Penulis menggunakan pendekatan statistik deskriptif serta analisis regresi logistik untuk mengidentifikasi faktor-faktor demografis yang memengaruhi penggunaan dan preferensi terhadap masing-masing e-wallet. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa GoPay memiliki jumlah pengguna terbesar (sekitar 71,6%), diikuti oleh OVO (65,3%) dan DANA (43,3%). Namun, menariknya, OVO justru memiliki tingkat loyalitas pengguna tertinggi karena paling sering dipilih sebagai e-wallet utama oleh responden, melampaui GoPay dan DANA.
Dari sisi karakteristik pengguna, jurnal ini menemukan bahwa mayoritas pengguna e-wallet di Indonesia adalah kelompok usia muda (17–25 tahun), dengan proporsi perempuan sedikit lebih banyak dibandingkan laki-laki, serta sebagian besar berdomisili di Pulau Jawa dan berasal dari kelompok berpenghasilan rendah. Meskipun demikian, masing-masing e-wallet menunjukkan segmentasi pengguna yang berbeda. GoPay cenderung memiliki basis pengguna yang luas tanpa karakteristik yang terlalu menonjol, meskipun lebih banyak digunakan oleh kelompok menengah ke atas. OVO tampak lebih kuat di kalangan pengguna berpenghasilan tinggi dan individu yang tinggal di Jawa, khususnya pendatang, yang kemungkinan dipengaruhi oleh integrasi dengan layanan seperti Grab dan Tokopedia. Sementara itu, DANA memiliki profil pengguna yang paling berbeda, yakni lebih populer di kalangan pengguna muda, laki-laki, dan berpenghasilan rendah.
Analisis regresi yang dilakukan dalam penelitian ini memperkuat temuan bahwa faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendapatan, dan lokasi geografis berperan penting dalam menentukan preferensi e-wallet. Sebagai contoh, pengguna berpenghasilan tinggi cenderung memilih OVO sebagai e-wallet utama, sedangkan pengguna yang lebih muda dan laki-laki lebih condong menggunakan DANA. Di sisi lain, GoPay tidak menunjukkan faktor pembeda yang signifikan dibandingkan pesaingnya, yang oleh penulis diinterpretasikan sebagai kurangnya diferensiasi pasar meskipun memiliki pangsa pengguna terbesar.
Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan kontribusi yang cukup baik dalam memahami segmentasi pengguna e-wallet di Indonesia dan implikasinya terhadap strategi pemasaran dan pengembangan produk. Namun, terdapat beberapa keterbatasan yang juga diakui oleh penulis, seperti distribusi sampel yang didominasi oleh responden dari Pulau Jawa serta fokus penelitian yang hanya mencakup tiga layanan e-wallet utama. Hal ini membuka peluang bagi penelitian selanjutnya untuk mengeksplorasi wilayah yang lebih luas dan mencakup lebih banyak penyedia layanan agar mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai perilaku pengguna e-wallet di Indonesia.
Referensi:

0 comments